Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Media Tanam Hidroponik Berbasis Gel

Written By Admin on 20 Juli 2016 | 14.31


Hidroponik merupakan cara bertanam tanpa menggunakan media tanah. Media yang digunakan adalah media non tanah baik yang berupa bahan organik maupun anorganik, yang berfungsi sebagai media perakarannya. Dalam hydrogel pemberian air dan mineral berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi tanaman (Prihmantoro, 1995). Salah satu media yang bisa dimanfaatkan untuk sistem hidroponik adalah gel. Jeloponik atau hydrogel adalah penemuan terbaru dan menarik untuk memudahkan bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Kristal-kristal “polymer” ini dapat dijadikan media tanam yang indah dengan keanekaragaman warna. Penggunaan gel sebagai hidrogel (hidroponik) banyak juga digunakan sebagai media tanaman hias sebab sifat gel yang dapat diberikan pewarna, praktis dan dapat disiram sebulan sekali, terhindar dari hewan tanah, cocok untuk ruang tamu atau meja kerja.

Sejarah dan Asal Mula Hidrogel
Hidrogel merupakan polimer buatan sejenis karet yang kekenyelannya mendekati agar-agar yang bisa menyerap air hingga 100-500 kali ukurannya sendiri. Pertama kali gel tersebut ditemukan oleh seoran ilmuwan yang berasal dari swiss sekitar tahun 1978. Pemanfaatan gel itu sendiri pertama kalinya digunakan oleh dunia kesehatan untuk pengobatan luka bakar, operasi plastik, lensa kontak, dan lain-lain. Pada tahun 1990-an, Perancis dan Belgia mengembangkan polimer gel tersebut yang dipergunakan untuk kultur jaringan serta pertanian, yaitu pada lahan pertanian yang kering serta jarang hujan yang fungsinya sebagai cadangan dan nutrisi tanaman. Salah stau negara yang mengaplikasikan gel ini adalah Saudi Arabia, sebagaimana kita keahui bahwa jazirah Arab merupakan padang gersang yang tandus akan tetapi mampu menjadi hamoaran hijau yang indah. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka para ilmuwan mengembangkan hidrogel ini untuk sisitem tanam hidroponik, sehingga semakin berkembang pula penggunaannya untuk tanaman hias dalam ruangan.

Fungsi Hydrogel
Hidrogel berfungsi menyerap dan menyimpan air dan nutrisi untuk tanaman dalam jumlah besar. Hidrogel dapat terurai melalui pembusukan oleh mikroba sehingga produk ini aman digunakan. Hidrogel tidak larut dalam air tetapi dia hanya menyerap dan akan melepaskan air dan nutrisi secara proporsional pada saat dibutuhkan oleh tanaman. Dengan demikian tanaman akan selalu mempunyai persediaan air dan nutrisi setiap saat karena hidrogel berfungsi menyerap dan melepaskan ( absorption - release cycles) . Hidrogel mampu menyerap air sebanyak 100 - 200 kali berat hidrogel itu sendiri. Hidrogel ini dapat digunakan untuk pengganti media tanah dan campuran media tanam pada tanaman pot, lahan pertanian, perkebunan, hutan dll. Fungsi hidrogel membantu mengurangi volume dan frekuensi penyiraman tanaman. Selain itu, media tanam hydrogel memiliki beberapa keuntungan, yaitu
1.    Memastikan ketersediaan air sepanjang tahun.
2.    Mengurangi ferekuensi penyiraman hingga 50%.
3.    Mengurangi hilangnya air dan nutrient disebabkan oleh leaching dan evaporasi.
4.    Memperbaiki physical properties dari compact soils dengan membentuk aerasi udara yang baik.
5.    Meningkatkan pertumbuhan tanaman karena air dan nutrient selalu tersedia di sekitar tanaman sehingga mengoptimalkan penyerapan oleh akar.
6.    Mengurangi angka mortalitas. 
7.    Mengurangi pencemaran lingkungan dari erosi dan pencemaran air tanah.
8.    Terurai secara alami oleh mikroba menjadi H2O, CO2, dan komponen Nitrogen

Selain sebagai media tanam, Hidrogel dapat juga digunakan untuk:
1.    Media untuk menempatkan rangkaian bunga potong sehingga awet segar sekaligus sebagai Dekorasi/Floral Arrangement and Candle Decoration
2.    Gunakan hidrogel pada bunga potong agar bunga agar bunga tetap segar dan tidak cepat layu
3.    Pengharum Ruangan / Pengharum interior Mobil, hidrogel ke dalam air yang telah diberi parfum/ aroma terapi kesukaan anda. Biarkan hingga 8 jam agar larutan air parfum dapat menyerap sempurna.
4.    Mengurangi udara kering di ruang ber-AC. Taruh hidrogel di gelas kaca pada ruangan ber-AC untuk mengatasi udara kering dari AC. Cocok digunakan di kantor atau apabila Anda sering berada di ruangan ber-AC. Hidrogel juga dapat diletakan di gelas2 kaca untuk mempercantik lemari pajangan (display) Anda. Jika hidrogel menyusut, anda bisa merendam hidrogel anda di dalam air selama 1-2 jam.
5.    Kreasi merangkai bunga dan kreasi Lilin, Hidrogel bisa digunakan untuk mempercantik kreasi bunga dan lilin Anda.

Aneka Bentuk Hidrogel
Hidrogel itu bisa dibentuk beraneka ragam, tapi itu juga tergantung teknologinya. Sedangkan untuk hidrogel yang beredar dipasaran ada empat model bentuknya, yaitu :
§  Hidrogel berbentuk kristal.
Sewaktu kering bentuknya seperti gula pasir, setelah direndam maka hasilnya menjadi seperti kristal. Untuk bentuk kristal terdapat dua ukuran yaitu M & L
§  Hidrogel berbentuk Bulat
Sebelum direndam bentuknya seperti biji kacang hijau yang tentu saja sudah bulat. Hampir sama seperti bentuk kristal, terdiri dari ukuran M & L
§  Hidrogel berbentuk kotak.
Sedari awal sebelum direndam dengan air sudah berbentuk kotak, setelah direndam berarti terjadi penambahan ukuran dengan bentuk setelah direndam air persis seperti agar – agar yang berbentuk kotak.
§  Hidrogel berbentuk kristal
Hidrogel dapat dibentuk beraneka ragam. Ini diperkuat dengan adanya hidrogel yang berbentuk aneka ragam hewan. Sedangkan untuk ukuran hidrogel yang berbentuk hewan lebih variatif, mulai dari ukuran S, M, L & XL .Hidrogel berbentuk hewan.

Hydrogel untuk campuran dapat diaplikasikan dengan dua cara:
§  Aplikasi kering (dry application)
Hidrogel ditabur merata pada tanah yang telah dipersiapkan untuk penanaman dengan kedalaman 10 – 30 cm. Metoda ini menjamin keuntungan yang berjangka panjang. Setelah polymer menyerap air, struktur tanah akan semakin baik dan kemampuan tanah untuk menampung air (water retention capacity) akan naik
§  Aplikasi Basah (pre-hidrated)
Hidrogel pertama-tama harus direndam dalam air sebanyak 100-200 kali berat polymer tersebut dan dibiarkan selama 1 jam sampai jenuh dan kemudian ditaburkan ke dalam tanah, kemudian ditutup dengan tanah agar polimer tidak rusak karena kontak langsung dengan sinar ultra violet. Dosis yang dianjurkan adalah 5-20 kg/ha.

Aplikasi Hidrogel Untuk Tanaman Hias Dalam Ruangan
Cara Aplikasi Hidrogel tersebut adalah sebagai berikut :
§  Satu bungkus Hidrogel (5 gr) direndam dalam air sebanyak 500 ml (2 gelas air). Satu bungkus Hidrogel (5 gr) direndam dalam air sebanyak 500 ml (2 gelas air).  
§  Biarkan hidrogel selama 4 – 5 jam. Untuk penyesuaian warna, hidrogel bisa direndam lebih lama atau ditambah air agar warna lebih muda. Sebaiknya hidrogel tidak direndam lebih dari 6 jam karena akan mereduksi warna & unsur hara.
§  Butir hidrogel yang sudah jadi ditiriskan selama 1- 2 jam hingga semua kandungan airnya benar – benar tiris.
Hidrogel siap dipindahkan kedalam gelas bening, botol selai, pot kaca atau vas bunga transparan (bawahnya tidak berlubang) atau sebagai campuran media tanam. Untuk bertanam di media hidrogel ada beberapa bahan dan alat yang harus disiapkan, antara lain :
§  Tanaman hias yang mampu tumbuh pada kelembaban yang tinggi
§  Kristal/butir hidrogel satu warna/beraneka warna (sesuai pilihan) yang telah mengembang
§  Air untuk mencuci tanaman
§  Vas atau gelas-gelas kaca
§  Gunting, pisau, sikat gigi bekas, baskom, sendok

Tanaman yang akan dipindahkan dalam media hydrogel dengan cara-cara sebagai berikut:
1.   Siram dahulu pot tanaman sehingga tanaman mudah di cabut
2.   Angkatlah tanaman dari pot secara hati-hati supaya tidak banyak akar yang rusak.
3.   Rendam akar tanaman dalam air selama lebih dari 1 jam supaya tanah mudah dibersihkan
4.   Cucilah semua bagian tanaman dengan air bersih sampai seluruh daun, batang dan perakaran bersih. Perakaran yang terlalu panjang di potong
5.   Setelah diadaptasikan, akar yang rusak, patah atau membusuk di buang lalu di cuci kembali.
6.   Tanaman harus benar-benar bersih dari tanah karena dapat merusak hidrogel dan membuat hidrogel ditumbuhi lumut
7.   Tanaman direndam dalam air semalaman untuk mengadaptasikan tanaman pada medium tanpa tanah
8.   Tanaman siap dimasukkan kedalam media baru yang berisi hidrogel. Langkah pertama masukan hidrogel 1/4 bagian (1/4 volume vas) kemudian masukan tanaman dan masukan hidrogel sisanya sampai semua akar tertutup. Vas yang telah jadi, siap untuk dijadikan hiasan.

Tidak semua tanaman dapat tumbuh dengan baik di dalam hidrogel. Ciri-ciri tanaman yang dapat tumbuh adalah tanaman yang mempunyai sifat tahan kadar air berlebih, tahan kelembaban tinggi, tidak berkayu, tanaman dalam ruang, umumnya tidak berbunga. Hidrogel juga bisa ditanami sayuran seperti selada dan caisim. Tanaman tersebut ditumbuhkan dahulu di arang sekam sampai berumur sebulan sebelum dipindah ke dalam hidrogel

Jenis tanaman yang cocok memakai HIDROGEL ;
1.   Aglaonema; Srirejeki, Pride of Sumatra, Lady Valentine dll.
2.   senseviera; Lidah Mertua, Lorentii, Masonia dll.
3.   Anthorium; Gelombang cinta, Hookery, Kuping gajah dll.
4.   Phylodendron; Honeylemon, Mercy, phylo Katak dll
5.   Jenis Bambu; Bambu kuning Mini, Bambu Jepang dll.
6.   Jenis sirih; Sirih Merah, Sirih Belanda dll.
7.   Jenis tanaman paku
8.   Serta tanaman yang suka kelembaban tinggi.

Dapat disimpulkan bahwa tanaman dengan ciri berikut adalah cocok menggunakan media tanam HIDROGEL;
  •    Batang/pohon tidak berkayu.
  •    Tidak memerlukan sinar matahari langsung/sinar dengan kadar tinggi.
  •    Tahan terhadap kelembaban tinggi.
  •    Umumnya tanaman tidak berbunga dan berbuah.


Cara Pemeliharaan Tanaman Media Hidrogel :
1.   Tanaman disiram dengan handsprayer pada daunnya saja sesekali.
2.   Apabila hidrogel terlihat menyusut (1-2 bulan), siramlah hidrogel dengan air secukupnya, air yang terlalu banyak dapat menyebabkan kebusukan. Atau dengan mengeluarkan tanaman dan hidrogel dari vasnya, lalu rendam hidrogel selama 30 menit agar mengembang kembali, lalu tiriskan dan pindahkan ke vas lagi. Jika warna hidrogel telah pudar, Tambahkan pewarna makanan pada air ketika Anda mencuci atau menyiram hidrogel.
3.   Apabila daun kotor, bersihkan debu yang menempel pada dau dengan menggunakan tisu basah sampai bersih.
4.   Jika tanaman menguning, kemungkinan ada beberapa penyebab yaitu: Tanaman itu kekurangan unsur hara, cara mengatasinya yaitu dengan cara pemupukan atau tanaman kekurangan cahaya matahari, penangulangannya: gelas berisi hidrogel dilapisi bahan gelap tak tembus cahaya (misal polybag warna hitam atau kain hitam). Letakan vas yang telah dibungkus ditempat yang terkena sinar matahari pada pagi hari (dilakukan 1-2 minggu atau sebulan sekali).
5.   Bila vas dan hidrogel berlumut dan berbau, segeralah keluarkan hidrogel dan bilas dengan air sampai lumutnya benar-benar hilang, lalu hidrogel bisa digunakan kembali.
6.   Jika akar tanaman membusuk, keluarkan tanaman dari hidrogel. Buang akar yang membusuk, cucilah tanaman dan bilas hidrogel sampai bersih, tiriskan dan masukan kembali tanaman kedalam hidrogel atau ganti dengan tanaman baru.
7.   Pemupukan diberikan setiap 3-6 bulan sekali atau jika tanaman kekurangan zat hara. pemupukan dilakukan dengan menyemprotkan pupuk ke daun dengan handsprayer. Pupuk yang bisa digunakan seperti gandasil, hyponex, forest, dll.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tanaman atau bunga yang di tanam pada media hidrogel sesuai dengan harapan, berikut ini adalah beberapa sebab utama kegagalan menanam dengan hidrogel, yang mengakibatkan tanaman layu/mati:
1.   Ruangan yang kurang sejuk, (pengap/panas & terlalu lembab). Tak ada pantulan sinar. Terhambatnya aliran udara.
2.   Penirisan hidrogel kurang dari 30 menit, menyebabkan genangan air berlebih yang membuat akar jadi busuk.

3.   Akar terlalu banyak dipotong. Sebaiknya akar disesuaikan dengan kondisi vas, tidak terlampau padat (dari berbagai sumber)

Oleh: R Widyowati
Gambar: nothonthehighstreet
14.31 | 0 comments

Perbedaan RKTP dengan Programa Penyuluhan Desa

Written By Admin on 14 Juli 2016 | 11.12


Seringkali seorang penyuluh sulit membedakan antara Rencana Kerja Tahunan Penyuluh (RKTP) dengan Programa Penyuluhan Desa. Meskipun keduanya merupakan jenis perencanaan yang harus dimiliki Penyuluh Pertanian setiap tahunnya namun keduanya memiliki format formulir yang hampir serupa, dan keduanya mencakup wilayah yang sama. 

Keduanya pun memiliki definisi yang memiliki semangat sama. Definisi Rencana Kerja Tahunan Penyuluh (RKTP) merupakan rencana kegiatan penyuluh dalam kurun waktu setahun yang dijabarkan dari programa penyuluhan di pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, atau desa/kelurahan. Definisi Programa Penyuluhan adalah rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan. Sayangnya penjelasan yang tercantum dalam Permentan No 25 tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian tidak mendefinisikan secara jelas perbedaan keduanya. 

Namun apabila digali dari beberapa permentan, kita dapat menemukan secara jelas perbedaan keduanya. Secara ringkas, rincian dalam RKTP mencakup gabungan antara programa penyuluhan dengan kegiatan tupoksi penyuluhan yang akan dilakukan oleh penyuluh terkait. Rincian tupoksi penyuluh dapat dilihat pada Permentan Nomor 35 tahun 2009. 

Berikut beberapa perbedaan antara RKTP dengan Programa Penyuluhan Desa.

No
Indikator
RKTP
Programa Penyuluhan Desa
1
Jumlah yang harus disusun setiap penyuluh
Seorang penyuluh hanya menyusun satu buah RKTP yang mencakup rencana kegiatan penyuluh di seluruh desa binaannya
Programa Penyuluhan Desa disusun di tingkat desa, sehingga jumlahnya mengikuti jumlah desa yang dibina.
2
Jenis Kegiatan
Menurut Permentan 25 tahun 2009, jenis kegiatan yang dimuat dalam RKTP adalah:
a.     Tugas pokok dan bidang kegiatan penyuluhan;
b.       Programa penyuluhan setempat.

Ini berarti, selain kegiatan yang tercantum dalam programa penyuluhan, RKTP juga memuat bidang kegiatan lainnya yang menjadi tupoksi penyuluh pertanian, seperti yang tercantum dalam Permentan Nomor 35 tahun 2009:
a.  Penyusunan perencanaan kegiatan penyuluhan: 1) identifikasi potensi wilayah, 2) Memandu penyusunan rencana usaha tani, 3) Penyusunan Programa Penyuluhan 4) Penyusunan RKTP. Bisa ditambahkan pula a)perencanaan kegiatan, b)rencana kajian.
b.Pelaksanaan penyuluhan pertanian: 1)Penyusunan materi, 2)perencanaan dan penerapan metode penyuluhan pertanian, 3)menumbuhkan kelembagaan petani
c.     Evaluasi dan pelaporan: 1)evaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian, 2)evaluasi dampak pelaksanaan penyuluhan pertanian.
d.  Pengembangan profesi: 1)kegiatan karya tulis/karya ilmiah, 2)menerjemahkan/menyadur buku, 3)memberikan konsultasi.
Menurut Permentan 25 tahun 2009, jenis kegiatan yang dimuat dalam programa penyuluhan adalah:
  1. Jenis kegiatan untuk mengatasi masalah yang bersifat perilaku.
  2. Jenis kegiatan untuk mengatasi kegiatan yang bersifat non perilaku.
Jenis kegiatan ini disusun secara musyarawarah bersama unsur masyarakat.


Semoga Bermanfaat. 

Oleh: Bot Pranadi, STP 




11.12 | 0 comments

Konsep Pengelolaan Kelompok Tani yang Efektif namun Mulai di Lupakan

Banyak pelajaran dari konsep penyuluhan pertanian di masa lalu yang sangat baik dan masih relevan untuk diterapkan pada masa sekarang. Namun sayangnya beberapa konsep tersebut dilupakan dan tidak dilaksanakan lagi karena munculnya kebijakan-kebijakan baru yang tidak diiringi penekanan pada konsep yang masih relevan dan baik. Salah satunya adalah konsep pengelolaan Wilayah Kelompok yang saat ini direpresentasikan oleh Kelompok Tani.  Menurut Kartasaputra (1994), Wilayah Kelompok ini merupakan kawasan penyuluhan terkecil yang terdiri dari areal tanah pertanian produktif, baik persawahan, daratan, maupun pekarangan, yang dapat diintensifkan. Wilayah ini merupakan wilayah yang dikelola oleh Kelompok Tani, meskipun pada saat ini basis pengelolaan Kelompok Tani bisa berupa basis hamparan maupun domisili.

Masih menurut Kartasaputra (1994) di setiap Wilayah Kelompok (WILKEL) dikembangkan adanya Sapta Sarana Wilayah Kelompok, yaitu:
  1. Saung Pertemuan;
  2. Kebun benih, yang diusahakan dalam Wilkel;
  3. Regu pemberantas hama/penyakit tanaman;
  4. Regu yang mengawasi/mengendalikan pengairan;
  5. Sub Kios Saprotan;
  6. Alat-alat mekanisasi pertanian;
  7. Lumbung sejahtera;

Ini artinya, setiap penyuluh pertanian seharusnya menjadikan Sapta Sarana ini sebagai standar minimal sarana kelompok tani. Standar yang perlu diusahakan oleh seluruh anggota kelompok tani melalui kesepakatan bersama. Oleh karena itu setiap Kelompok Tani perlu didorong agar memiliki ke tujuh sarana tersebut secara swadaya. Apabila bisa difasilitasi oleh pemerintah tentu lebih baik namun fasilitasi ini sebaiknya menjadi alternatif terakhir, karena anggaran pemerintah sangat terbatas. 

Selain kedua regu yang perlu dibentuk dalam sapta sarana, bisa pula dibentuk Regu Tanam. Regu ini adalah regu yang dilatih untuk bisa melakukan tanam dengan pola yang dianjurkan oleh pemerintah seperti pola Jajar Legowo, SRI, atau pola lainnya. Keberadaan regu ini bisa mengatasi permasalahan lambatnya penerimaan teknologi ini di tingkat petani.

Sapta Sarana ini telah merepresentasikan ke tiga fungsi kelompok tani: 1) Kelas Belajar, 2)Wahana Kerjasama, 3) Unit Produksi. Meskipun pada masa sekarang perlu dikembangkan lebih lanjut. Tetapi standar minimal ini sudah cukup baik apabila terus dilaksanakan hingga sekarang.

Setiap Wilayah Kelompok yang saat ini direpresentasikan oleh Kelompok Tani, diketuai oleh seorang Kontak Tani. Pengertian Kontak Tani adalah seorang petani yang memiliki ciri-ciri:
  1. Menggarap sendiri Usaha Tani nya dan berhasil;
  2. Dinamis dan responsif terhadap penbaharuan;
  3. Disegani dan mempunyai pengaruh baik terhadap lingkungan;
  4. Mampu memimpin dan membina kelompok tani.

Dengan memiliki ciri-ciri seperti itu, diharapkan seorang Kontak Tani dapat membawa kelompoknya menjadi lebih maju.  Kontak Tani memimpin  ± 20 petani maju (Tani Maju). Pengertian Petani Maju adalah petani yang memiliki sifat pembaharuan dan memiliki nilai-nilai positif untuk maju dan selalu berusaha untuk menerapkan teknologi yang baru. 

Kontak Tani maupun Tani Maju diharapkan dapat mempengaruhi sekitar 5 orang petani pengikut. Sehingga minimal dalam satu Kelompok Tani atau Wilkel sudah ada 100 orang petani yang dapat dipengaruhi dalam penerapan teknologi pertanian maupun usaha tani yang baik.

Apabila dalam satu desa ada 16 desa, maka setidaknya seorang Penyuluh Pertanian dapat mempengaruhi: 16 x 20 x 5 x KK = 1600 KK. Jumlah yang cukup besar.

Karena peran besar yang harus dijalankan oleh Tani Maju, maka mereka semestinya mendapatkan perhatian dan pembinaan yang lebih. Tani Maju harus mendapatkan pembinaan yang lebih intensif tentang teknologi usaha tani sehingga dapat menerapkan teknologi tersebut di wilayahnya.

Selain pembinaan reguler, pembinaan dapat dilakukan melalui beberapa metodologi penyuluhan yang lebih spesifik, semisal:
  1. Kursus Tani;
  2. Demplot;
  3. Farmer Field Day;
  4. Studi Banding.

Ke empat kegiatan ini perlu dilakukan setiap tahun oleh Penyuluh Pertanian bekerjasama dengan Posluhdes. Dengan ke empat kegiatan minimal tersebut, diharapkan Tani Maju memiliki keahlian yang lebih dibandingkan petani pengikut, sehingga dapat mempengaruhi petani disekitarnya untuk menerapkan anjuran usaha tani.

Dengan sistem dan struktur pengelolaan Kelompok Tani yang kokoh dan tersetruktur semacam itu, maka penyuluhan akan lebih berkembang secara luas dan teratur. Teknologi pertanian pun akan lebih mudah diterima oleh masyarakat dan menyebar luas.


Sumber gambar: Kompas
Bahan Bacaan:
Ir.A.G Kartasapoetra.1994. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Jakarta: Bumi Aksara


Oleh: Bot Pranadi
08.07 | 1 comments

EBOOK GRATIS

Silahkan Copy

Jika tertarik dengan tulisan di web ini, silahkan copy, ubah, tulis ulang, atau disebarluaskan. Asal mencantumkan sumber dan alamat web, serta komen di kolom komentar. Penulisan harus sesuai dengan etika penulisan, moral, dan hukum.

Web ini adalah referensi, jadi sangat senang jika bisa bermanfaat. Jangan lupa beri masukan di kolom komen

Recent Comments