Teknik Pengembangan Agens Hayati Trichoderma sp

Apa kabar sobat GagasPertanian ? Semoga selalu dalam limpahan kebaikan dan keberkahan hidup. Hari ini kita memang spesial *halah* ak...



Apa kabar sobat GagasPertanian? Semoga selalu dalam limpahan kebaikan dan keberkahan hidup. Hari ini kita memang spesial *halah* akan membahas agens hayati Trichoderma. Pada artikel sebelumnya kita sudah memahami karakterisktik dan fungsi dasar dari jamur tersebut, sekarang kita akan membahas tentang metode pengembangan Trichoderma secara sederhana. Dengan bahan yang mudah dan murah sehingga teknologi ini dapat diaplikasikan oleh petani secara mandiri. Tentu dengan dorongan anda. Sebenarnya ada beberapa metode dalam pengembangan jamur ini, kali ini saya nukilkan metode yang dilakukan oleh Ditjen Perkebunan Departemen Pertanian. Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk perbanyakan massal jamur Trichoderma adalah:


Alat:
1. Dandang sabluk
2. Kompor Gas / Kompor minyak
3. Bak plastik
4. Plastik meteran (dijual dalam bentuk lembaran)
5. Entong kayu.

Bahan:
1. Sekam
2. Bekatul (dedak)
3. Air
4. Alkohol 96 %.
5. Isolat (bibit) jamur Trichoderma.

Langkah-langkah perbanyakan massal jamur Trichoderma
  1. Campurkan media (sekam dan bekatul) dengan perbandingan 1:3 dalam bak plastik.
  2. Berikan air kedalam media tersebut kemudian aduk sampai rata.
  3. Tambahkan air sampai kelembaban media mencapai 70 % (dapat di cek dengan meremas media tersebut, tidak ada air yang menetes namun media menggumpal)
  4. Masukkan media kedalam kantong plastik.
  5. Siapkan dandang sabluk untuk menyeteril media.
  6. Isi dandang sabluk dengan air sebanyak 1/3 volume dandang.
  7. Masukkan media kedalam dandang sabluk
  8. Sterilkan media dengan menggunakan dandang sabluk selama 1 (satu) jam set elah air mendidih. Sterilisasi diulang 2 (dua) kali, setelah media dingin sterilkan kembali media selama 1 jam. Sterilisasi bertingkat ini bertujuan untuk membunuh mikroorganisme yang masih dapat bertahan pada proses sterilisasi pertama.
  9. Tiriskan media di dalam ruangan yang lantainya telah beralas plastik.
  10. Sebelum digunakan semprot alas plastik menggunakan Alkohol 96%.
  11. Ratakan permukaan media dengan ketebalan 1-5 cm.
  12. Semprot media dengan suspensi jamur Trichoderma (isolat jamur Trichoderma yang telah dilarutkan kedalam air, 1 (satu) isolat dilarutkan dengan 500 ml air)).
  13. Tutup dengan plastik lalu inkubasikan selama 7 (tujuh) hari. Ruangan inkubasi diusahakan minim cahaya, dengan suhu ruangan berkisar 25-27 derajat celcius.
  14. Amati pertumbuhan jamur Trichoderma, jamur sudah dapat dipanen setelah seluruh permukaan media telah ditumbuhi jamur Trichoderma, (koloni jamur berwarna hijau).


Agar proses pengembangan berhasil, anda harus memperhatikan beberapa kunci keberhasilan perbanyakan massal jamur Trichoderma ini:
  1. Aseptisitas proses produksi, artinya petani selaku pembuat harus mengetahui titik-titik kritis dimana proses produksi harus dilakukan secara aseptis (higienis). Penyiapan dan proses sterilisasi media merupakan titik kritis pertama yang harus diperhatikan.
  2. Kualitas isolat jamur Trichoderma, isolat jamur Trichoderma yang diperbanyak secara massal harus memenuhi beberapa kriteria, diantaranya jumlah dan viabilitas spora tinggi, umur biakan tidak lebih dari 3 (tiga) bulan dan isolat dalam keadaan segar (baru dipindahkan ke media yang baru). Isolat dapat diperoleh di Laboratorium Agens Hayati terdekat
  3. Inkubasi. Ruangan inkubasi harus mendukung pertumbuhan jamur Trichoderma. Intensitas cahaya, suhu dan kelembaban ruangan harus diatur sedemikian rupa agar pertumbuhan jamur berjalan optimal.

Aplikasi:
Untuk mengendalikan penyakit kuning pada tanaman lada dan busuk batang pada pangkal batang panili dengan cara sebagai berikut:
  • Buat alur melingkar dari leher akar di tanah sekitar tanaman yang sakit dengan jarak:
    1. Tanaman karet         : 50 -70 cm
    2. Tanaman lada          : 30 – 40 cm
    3. Tanaman vanili        : 20 – 25 cm
  • Taburkan biakan jamur hasil perbanyakan dengan dosis:
    1. Tanaman karet         :
                      - Bibit di polibag ± 50 gram/pohon
                      - Tanaman muda ± 100 gram/pohon
                      - Tanaman dewasa ± 150 gram/pohon
    1. Tanaman lada          :  ± 50 – 150 gram/pohon
    2. Tanaman vanili        :  ± 100 -150 gram/ tahun
  • Tutup kembali alur yang telah diisi dengan tanah bekas galian.
  • Dianjurkan ditambah dengan serasah dan diaplikasikan pada kondisi kelembapan yang cukup.
  • Apabila jamur diaplikasikan pada tanah yang basa (pH lebih dari 6) diperlukan serbuk belerang dengan dosis yang disesuaikan dengan keadan tanah. Untuk preventif sebaiknya ditaburkan 50 gram/pohon dan ditabur melingkar 50 cm dari leher akar.

Mudah bukan? Selamat mencoba. Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman, saudara, blog, atau millist anda. Tentu saja dengan mencantumkan sumbernya.

COMMENTS

BLOGGER: 1
Loading...
Nama

agens hayati,7,agrotis ipsilon,1,air bekas cucian beras,1,air cucian beras untuk pupuk tanaman,1,alat,1,alpukat,1,antraknosa,1,arang sekam,2,bahaya pestisida,1,bakteri,1,bawang merah,1,berita,1,bibit singkong ubi kayu unggul,1,blossom root,1,BP,1,buah naga,1,budidaya,46,budidaya cabai diluar musim,2,budidaya cabe,1,budidaya kangkung,1,budidaya ubi kayu singkong,1,buku pangan,4,busuk tomat,1,cara buat kompos,1,cara budidaya cabai,1,cara budidaya tomat,1,cara fermentasi jerami,1,cara makan kentang,1,cara membuahkan tabulampot,1,cara membuahkan tanaman diluar musim,1,cara membuat bibit buah naga,1,cara membuat kompos,6,cara membuat pupuk,1,cara membuat pupuk hayati,2,cara membuat pupuk kompos organik,2,cara pembuatan kompos,6,Cara pembuatan tepung,1,cara pemupukan melon,1,cara penanganan hama kentang,1,cara pencegahan wereng,1,cara pengolahan jambu,1,cemaran logam,1,ciri kerusakan pangan,5,dampak pestisida,3,definisi tani maju,1,diabetes,2,diet golongan darah,2,diet sehat,6,dosis pestisida,1,ebook gratis,1,Ebook ibu dan bayi,2,ebook kesehatan,7,ebook nutrisi,2,Ebook Penyakit,3,emulsifier,2,fodder hidroponik,1,Free ebook,10,free ebook pertanian,1,fungsi l carnitine,1,gaya hidup,6,gejala diabetes,2,gejala keracunan pestisida,1,gelatin,1,gizi,1,hama dan penyakit,20,hama dan penyakit jagung,2,hama kentang,1,hama penyakit cabai,1,hama penyakit cabe,1,hama ulat tanah,1,harga cabai hari ini,1,hidroponik,2,ilmu pangan,13,insektisida,2,jarak tanam jagung efektif,1,jenis karagenan,1,jenis pestisida,2,jenis-jenis pestisida,3,kandungan air cucian beras,1,Kanker,1,karagenan,1,keamanan pangan,3,kebijakan,1,keracunan pestisida pada petani,1,Kesehatan,18,kliping,16,kompos organik,6,kontaminasi makanan,1,kontaminasi makanan oleh logam berat,1,kulit kentang,1,kursus ilmu pangan,2,label pestisida,1,lahan sempit,1,lifestyle,1,macam-macam pestisida,3,makanan sehat,8,manfaat air cucian beras,1,manfaat daun bayam; zat gizi; pangan,1,manfaat daun singkong; zat gizi; pangan,1,manfaat karagenan,1,manfaat labu siam,1,membuat pupuk hayati,1,membuat pupuk kompos,5,mikrobiologi,1,nutrisi,2,obesitas,2,opini,3,organik,19,pakan ternak,1,pangan,11,pangan fungsional,5,pasteurisasi,1,patek cabe,1,pembuatan kompos,6,pembuatan pakan,1,pembuatan pupuk kompos,6,penanganan ulat bulu,1,pendinginan,1,pengaruh air cucian beras terhadap pertumbuhan tanaman,1,pengawetan,1,pengelolaan gulma,1,pengendalian wereng,1,pengertian pestisida,2,Pengolahan,13,pengolahan tanah.,1,penyakit pada cabai,1,penyakit tanaman cabai,1,penyakit tanaman cabe,1,penyebab diabetes,2,penyuluhan,3,perkembangbiakan,1,perlakuan bibit ubi kayu singkong,1,pertanian,1,pertanian organik,9,pestisida nabati,2,pestisida organik,2,pestisida organofosfat,1,petunjuk pemupukan jagung,1,PHT,2,politik,1,politik pertanian,1,programa,1,psikologi,1,pupuk daun,1,pupuk organik,1,reformasi agraria,1,resep cake,1,resep labu kuning,1,resep roti tawar,1,RKTP,1,sawo,1,Sejarah,1,sejarah hari tani,1,SF,1,solusi diabetes,2,solusi kanker,1,tabulampot,3,tanam sawo dalam pot,1,teknik aseptik,1,teknik budidaya jagung,2,teknologi pertanian,5,teknologi tepat guna,3,tips diabetes,1,tips diet,1,tips jajan,1,tips membeli makanan kemasan,1,ubinan,1,zat gizi,1,
ltr
item
GagasPertanian.com: Teknik Pengembangan Agens Hayati Trichoderma sp
Teknik Pengembangan Agens Hayati Trichoderma sp
http://2.bp.blogspot.com/-Ia5zkkZN1H4/TgEg9qg8eQI/AAAAAAAAAL8/Kdqu2fRR0n0/s200/mikroskop.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-Ia5zkkZN1H4/TgEg9qg8eQI/AAAAAAAAAL8/Kdqu2fRR0n0/s72-c/mikroskop.jpg
GagasPertanian.com
http://www.gagaspertanian.com/2011/06/teknik-pengembangan-agens-hayati.html
http://www.gagaspertanian.com/
http://www.gagaspertanian.com/
http://www.gagaspertanian.com/2011/06/teknik-pengembangan-agens-hayati.html
true
5593039285974991284
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy